Darwis Triadi’s Studio Photo
Hari ini pertama kalinya pergi ke studio foto buat ‘latihan’ jadi fotografer. Biasanya ke studio foto cuma buat bikin pas photo 3x4. Dan studio nya gak tanggung-tanggung, studio foto punya Pak Darwis Triadi. hehehe. Walopun kamera nya dikasi minjem ama temen, yang penting pernah pegang kamera DSLR, XDD
Disini latihan foto model ama foto produk. Sempet juga jadi model dadakan ama yang laen, kapan lagi coba bisa poto ala model-modelan, hehehe. Studionya keren, perlatannya lengkap, tapi aku gak bisa make semua, hahahaha. Megang kamera aja gak becus. Tapi meskipun begitu, yang penting happy. :D
check my photo, :D
Pengalaman Pecah Ban (Part 1)
Pengalaman pertama ku sewaktu pecah ban adalah ketika bersama si Vario. Waktu itu sabtu pagi, di daerah sekitar terminal Batubulan. Aku merasakan keanehan ketika mengendarai motor, tapi aku tetap saja melaju, hingga ada yang memberitahu kalau ban belakang motor ku pecah. Aku berhenti melihat dengan seksama, dan ternyata benar.
Hal pertama yang aku ingat adalah menelepon kantor (bukannya cari tukang tambal!), memberitahu kalau aku bakal telat ke kantor. Kebetulan HP lagi gak isi pulsa, sehingga aku harus mencari counter pulsa. Untungnya counter pulsa itu tidak jauh dari TKP.
Aku kemudian beli pulsa sambil bertanya dimana ada bengkel deket sana. Yang jaga bilang pas di depan counter itu ada bengkel, tapi belom buka. Yaaaa, aku sungguh benar-benar kecewa. Tapi dia memberi ku harapan dengan mengatakan bahwa di pengkolan setelah terminal masih ada satu bengkel. Dan aku pun langsung meluncur ke bengkel tersebut, kebetulan searah dengan arah jalan ke kantor. Aku tidak menuntun motor ku, tapi tetap mengendarainya. Aku tau ini salah, tapi mau bagaimana lagi, daripada harus jalan kaki, lebih baik aku naiki saja tapi secara pelan-pelan.
Dan bengkelnya buka, saudara-saudara!! Emang rejeki gak kemana, inilah mengapa kita harus bangun pagi agar rejeki tidak keburu dipatok ayam! Benar-benar tukang bengkel yang rajin! Tidak sia-sia kau bangun pagi Bli, kini rejeki mu sudah datang sendiri tanpa harus dicari!! Singkat cerita aku langsung tambal ban disana. Sebenernya aku rada was-was, takut bayarnya mahal, di dompet cuma sisa selembar 50ribuan.
Aku menunggu beberapa saat, sambil memperhatikan si tukang tambal melakukan pekerjaannya. Ini pertama kalinya aku melihat orang menambal ban, dan aku sungguh beruntung bisa melihatnya secara live/langsung dengan mata kepala ku sendiri.
Akhirnya ban motor ku berhasil di tambal. Pas aku tanya bayar berapa, si tukang tambal ngejawab,
“Tujuh ribu, Mba,”
“Berapa??” Aku mengulangi lagi untuk meyakinkan.
“Tujuh ribu.” dia pun mengulangi.
Sebenernya aku masih gak percaya sama pendengaranku, dan aku menyerahkan uang 50ribuan ku satu-satunya. Ternyata benar, cuma Rp. 7000,- doank!! Aku kira bisa sampai berpuluh-puluh ribu. Bego bener dah. Bahkan aku cerita ke salah seorang teman, 7ribu itu mahal, biasanya cuma 5ribu aja.
Wah, ternyata banyak banget hal di dunia ini yang belum aku ketahui, terutama masalah perbengkelan.
Pesen Kue Ultah
Nama asli ku cukup panjang, Ni Putu Diah S********. Nama yang panjang ini membuatku sedikit kesulitan sewaktu SD, ketika belajar menulis nama sendiri. Tapi nama yang panjang dan terdiri dari beberapa blok ini terkadang bermanfaat juga.
Kemarin aku pesen kue ultah buat diriku sendiri di Toko Kue Sinar. Setelah memilih kue yg aku mau, aku ditanya sama pelayannya.
Pelayan : Kuenya mau diambil kapan Mba?
Aku : Besok siang aja.
Pelayan : Mba ini tulisannya happy b’day buat siapa?
Aku : Buat Diah.
Pelayan : Ok, mba namanya siapa? (sambil nulis nota)
Aku : Putu.
Pelayan : Baik, bayar lunas di kasir ya Mba.
Aku : OK.
***
Gak lucu kan kalo aku ketauan sama pelayannya pesen kue buat diri sendiri, mau ditaruh dimana ini muka?! Jadi terpaksa aku menggunakan nama yang berbeda, tanpa harus merasa bersalah karena telah memalsukan identitas. ^^
Ranjau Paku
10012012
Sore-sore pas pulang kerja, aku kehujanan, untungnya aku tak lupa sedia mantel sebelum hujan, jadi aku tidak kebasahan.
Di Jalan Batu Karu, tiba-tiba aku merasa ada yang aneh pada motor ku, aku meminggirkannya dan melihat ke ban belakang, alamak ternyata ban belakangnya kempes!
Aku meliaht kedepan, mengingat apa di depan ada bengkel motor yah? Aku juga menengok ke belakang, mengingat apa tadi aku ada ngelewatin bengkel motor yah? Kemudian aku menengok ke arah kanan, hendak putar arah, eh ternyata tepat di seberang ada bengkel! Wah betapa beruntungnya diriku! (udah sial kena paku, masih aja bilang untung. =__=)
Akhirnya aku memutuskan untuk nambal ban disana, dan ternyata disana sudah ada 2 pasien yang mengantre untuk ditambal bannya. Aku dapat giliran ketiga.
Wah, wah, wah.
Belum juga aku dapat giliran, sudah datang lagi seorang cowok pengendara dengan sepeda motornya yang bannya juga kempes. Lalu pas saat tiba giliran ban motor ku ditambal, datang lagi seorang cewek yang bannya juga kempes.
Wah, wah, wah, bisa cepet kaya nih yang punya bengkel, XDD
Setelah ditambal dan diselidiki penyebabnya, ternyata ban motor punya ku kena paku!
Entah ini wabah atau apa, yang jelas ini benar-benar menakjubkan. Ada 5 orang yang bernasib sama dengan ku pada waktu yang hampir bersamaan.
XDDD
Sinetron Dunia Nyata
14012012
Tadi siang pulang lewat Jalan Gunung Merapi (bukan sinetron “Misteri Gunung Merapi”, loh, :p).
Ada seorang wanita, umurnya kayaknya 30an, nangis meraung-raung di tepi jalan, disamping sebuah mobil, sambil teriak-teriak, “Pak, jangan pak, jangan, jangaaan.” Histeris banget, sumpah, siapa pun yang lewat pasti mandangin. Gila ini ibu-ibu mengahayati banget nagisnya. Sampe hampir mau bersimpuh-simpuh di atas trotoar.
Pas aku lewat, aku liat didalem mobil itu ada seorang bapak-bapak tapi gak tua-tua banget sih, masih good looking-lah, meskipun aku lihatnya samar-samar dari kaca mobil depan.
Pas lampu merah, kontan aku berhenti sambil tetep merhatiin mereka dari kaca sepion (gak brani noleh ke belakang secara langsung, hehehe).
Aku lihat ada seorang pengendara sepeda motor yang berhenti deket mobil itu, entah apa yang dikatakan, lalu wanita itu masuk ke mobil di kursi penumpang.
Kemudian lampu hijau menyala, dan aku pun pergi melanjutkan perjalanan pulang.
Jadi intinya saya sama sekali tidak tau dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi diantara mereka, dan apa yang akan terjadi pada mereka.
Gaje memang, tapi yah begitulah saia, XDDD
Pahlawan Lalu Lintas
14012012
Tadi siang pas lewat di deket Kuburan Badung, macet minta ampun. Kayaknya lagi ada Ngaben. Gila mecetnya aku terjebak sama sekali, gak bisa gerak, di depan ada mobil menghadang, dibelakang ada motor menghalangi. Belok kiri gak bisa, belok kanan apa lagi. Kalau kata pepatah, maju kena mundur pun kena (emang ada ya pepatah kayak gitu?)
Setelah beberapa menit semua kendaraan tak bisa bergerak sama sekali, mulailah terdengar suara-suara klakson yang memekakan telinga, ada yang nekat naik ke trotoar, nekat nyerempet mobil, dan kenekatan-kenekatan lainnya.
Kemudian ada seorang bapak pengendara sepeda motor turun dari motornya, dia mulai mengatur mobil serta motor yang malang melintang. Suaranya lantang, disertai seditikit amarah. Kemudian ada seorang pemuda yang membantu, pemuda ini sepertinya salah satu dari masyarakata yang ikut upacara Nngaben itu karena aku lihat dia memakai pakaian adat serba hitam.
Motor dan mobil pun bisa jalan sedikit demi sedikit dengan lancar. Aku pun bisa lewat dengan leluasa tanpa harus susah-susah menyela-nyela.
Waaah, terima kasih Baak, Kaulah Pahlawan Jalanan!!
Fighting!!!!!
Tak terpikir jika tak ada orang seperti Bapak itu, bagaimana jadinya yah?
Yah meskipun Bapak itu terlihat agak emosi, tapi semua bisa lenacar kembali berkat Bapak itu. Thank you so much Pak, you are the best!!
R 154 TU
Tadi di jalan liat ada mobil dengan plat nomor R 154 TU (RI SATU), terus disebelahnya ada lambang burung garuda ‘gold plated’.
Sepertinya bukan mobil pemerintah karena plat-nya gak merah.
Tapi siapapun yang punya kayaknya orangnya nasionalis banget deh, :D
Shinigami’s B’day
2 jan 2012 is zumi shinigami’s b’day
We (me, gie wie, & m yuk) have special gift for her, XDDD
cekidot :
Sudah Untung
Hari ini aku beli mouse baru! hehehe, bukan cuma itu, aku juga beli sekalian alasnya yang ada bantalannya itu lho! Oya, sama extension USB juga, ^^
Sama yang jual (masih temen) aku minta kresek exclusive, eh tapi malah diginiin,
“Kamu tuh udah untung tak kasi kresek, pake minta kresek exclusive lagi.(annoyed). Belanja disini tuh, kalo dapet kresek itu namanya udah untung.”
Saya hanya bisa (doh), ini mahlok kagak ngerti strategi pasar dengan menggunakan media lini bawah.
Tukang Parkir Gaje (part 2)
07 Des 2011
Tadi siang aku parkir di Jalan Diponegoro, di depan sebuah toko sepatu. Karena benda yang aku cari tidak daat aku temukan di toko itu, maka aku mencari di toko lain, di sepanjang Jalan Diponegoro. Disini sepertinya susah parkir, jadi aku tinggalkan motorku disana, dan berjalan menyusuri toko yang lain. Kurang lebih ada 100 meter aku berjalan kaki. Tidak sampai 30 menit aku pun kembali mengambil motor ku sementara barang yang aku cari belum juga aku temukan.
Aku membayar parkir dengan uang Rp. 10.000,-, si tukang parkir mengembalikannya Rp. 9.000,-. Seperti biasa aku selalu minta karcis parkir (sebagai seorang warga negara Indonesia yang baik), dan si tukang parkir memberiku 2 lembar karcis bertuliskan Rp. 500,-
Aku menatap tukang parkir itu sekilas, tapi dia memalingkan wajah. Dasar! tapi ya sudahlah, aku malas berdebat hanya karena uang Rp. 500,-
Pekan Flori Flora Nasional & Festival Horticulture 2011
19 Nov 2011
Baru dateng dari “Pekan Flori Flora Nasional & Festival Horticulture 2011 + Sanur Village Festival” (buset panjang amat nama acaranya). Ada banyak bunga bagus-bagus, keren-keren, huwaaaah, benar-benar tak bisa diungkapkan dengan kata-kata…
Krisan, anggrek, bonsai, timun, cabai, melon, semangka, rerumputan, kaktus, etc.
Semua ada disini. Walopun gak sempet membeli sesuatu, tapi seenggaknya dapet foto-foto, hahahahaha ^^V
